Rabu, 21 Januari 2009

Gold prices advance as investors seek safety

By SARA LEPRO
AP Business Writer
Published: Tuesday, Jan. 20, 2009

NEW YORK -- Gold prices advanced Tuesday as investors sought safety amid fears of a deepening global banking crisis. Other commodities fell amid expectations that demand will continue to weaken.

Signs that banks are still suffering big losses from soured loans, and warnings that those losses will continue for some time have investors worried that the government's efforts to prop up the financial system won't be enough. That rattled Wall Street Tuesday, causing investors to flee stocks and move their money to more traditionally safe investments like gold.

The Dow Jones industrials plunged 332 points, or 4 percent, to finish at 7,949. Broader stock indexes lost more than 5 percent.

Gold, which typically moves inversely with the dollar, also rose despite signs of strength in the U.S. currency. Gold prices tend to benefit when the dollar is weak, as the contract is often used as a hedge against inflation.

On Tuesday, the dollar gained ground against the euro and the British pound after the British government announced a second rescue plan for the country's banks in just over three months. Separately, the British government increased its stake in the Royal Bank of Scotland to nearly 70 percent, after the bank forecast for a loss of $41.3 billion in 2008.

The report dovetailed with discouraging results at U.S. banks. Regional bank Regions Financial Corp. reported a fourth-quarter loss of $6.24 billion due to a hefty one-time charge to reflect declining value in its banking reporting unit. And State Street Corp. reported a 71 percent drop in fourth-quarter earnings and warned of a difficult year ahead.

The news followed reports of multibillion losses announced Friday by Citigroup Inc. and Bank of America Corp.

Plagued by concerns about a drop in demand for raw materials amid a worsening recession, commodities prices have shown little strength so far this year - extending a trend that began in the middle of 2008 as the economy took a turn for the worst. But investors often look to gold in times of economic uncertainty, so prices have been cushioned from some of the fears about falling prices that are hurting other commodities.

"Gold will not necessarily move in line with other commodities at all," said Natalie Dempster, head of investment at World Gold Council.

"Gold has different fundamentals," Carlos Sanchez, analyst with CPM Group in New York, agreed. "It's not as supply-demand based, it's more investor based. I think you saw that today with the stock market lower and some safe-haven buying."

Gold for February delivery gained $15.30 to settle at $855.20 an ounce on the New York Mercantile Exchange.

Other precious metals prices fell. March silver shed 4 cents to $11.1750 an ounce, while March copper futures fell 2.3 cents to $1.5045 a pound.

The yield on the benchmark 10-year Treasury note, which moves opposite its price, rose to 2.35 percent from 2.34 percent late Friday.

Energy prices fell on the Nymex, revealing little optimism that energy demand will improve.

Light, sweet crude for March delivery fell $1.53 to settle at $40.68.

A limited number of traders took advantage of the February contract which expires Tuesday. That contract rose $2.23 to settle at $38.74 per barrel. Trading in the final day of the contract was very light.

In other Nymex trading, gasoline futures fell 2.4 cents to settle at $1.1431 a gallon, while heating oil dropped 9.76 cents to settle at $1.3758 a gallon.

Grain prices slumped on the Chicago Board of Trade.

March wheat futures tumbled 28.25 cents to $5.50 a bushel, while corn for March delivery fell 7.5 cents to $3.835 a bushel. March soybeans fell 28 cents to $9.92 a bushel.


Read more...

Selasa, 20 Januari 2009

Hanya Ada Satu Penantang US Dollar : Emas (Dinar)…

Written by Muhaimin Iqbal
Tuesday, 20 January 2009 08:25
“Sebagai akibat dari resesi skala gobal, tidak ada negara yang menginginkan mata uangnya terapresiasi. Alternative bagi US Dollar tahun 2009 bukanlah mata uang negara lain, tetapi ‘mata uang kuno’ yaitu emas. Logam Mulia dapat muncul sebagai hedge atas kecurigaan investor terhadap perilaku bank sentral dan ketakutan akan inflasi…”. David Hales dalam tulisannya tanggal 5 Januari lalu di Financial Times.

Ini bukan kali pertama saya menemukan penulis barat yang objektif tentang mata uang. Pemikir-pemikir di Gold Anti Trust Action Committee (GATA) sudah lama mengungkapkan pandangannya yang senada, Ter-wacanakan-nya Bretton Wood II oleh para pemimpin dunia G-20 juga tidak terlepas dari pengakuan bahwa sebenarnya emas-lah uang yang sejati itu.

Berbeda dengan kita yang meyakini uang yang sejati (timbangan yang adil) hanyalah emas dan perak berdasarkan keyakinan agama kita, David Hales berkesimpulan bahwa pengganti US Dollars hanyalah emas berdasarkan kondisi financial global terkini, sebagaima antara lain terungkap dalam beberapa realita berikut:

· Seluruh pemain ekonomi dunia tergelincir dalam resesi. Real GDP di Amerika dan di Eropa akan mencapai minus 1.5%, dan Jepang akan lebih buruk lagi dan bisa mencapai minus 2.5%.

· Response dari negara-negara Eropa (yang sebenarnya memiliki calon kuat mata uang pengganti US$ yaitu Euro), jauh lebih lamban dari respon Amerika dalam bentuk berbagai stimulus ekonomi. Jadi mata uangnya juga tidak bisa diharapkan.

· China yang terpukul oleh krisis ini, diperkirakan tidak akan intervensi pasar untuk menaikkan nilai tukar mata uangnya. Pertama karena cadangan devisa mereka mulai menurun, kedua menaikkan nilai tukar mata uang akan menurunkan daya saing ekspornya yang saat inipun sudah terganggu.

· Mata uang Jepang yang saat masih kuat kedepannya akan cenderung ditekan oleh pemerintahnya sendiri dengan alasan yang sama yaitu karena penurunan ekspor dan penurunan kapasitas produksi.

· Lalu lintas perdagangan dunia akan turun karena negara-negara pengimpor besar mengalami resesi. Tidak hanya Eropa, Amerika dan Jepang, tetapi juga yang tidak kalah buruk adalah Korea Selatan, Taiwan dan Cina.

Amerika tetap boleh bangga memiliki mata uang yang terkuat diantara mata uang-mata uang lain yang lemah. Namun ini hanya terjadi selama penantangnya yang sesungguhnya – yaitu emas/Dinar – belum muncul. Tidak heran mengapa pemerintah mereka selalu memusuhi emas, sampai-sampai warga mereka sendiri yang menyadari bahwa mereka terdhalimi oleh pemerintahnya – mendirikan berbagai organisasi untuk melawannya seperti GATA, FAME (Foundation of Advance Monetary Education) dlsb.

Bagi kita umat Islam; kepada kita sudah dikabarkan tentang kehancuran mereka ini – namun apakah kita yang akan menggantikannya ? tergantung kemauan kita untuk mulai bekerja untuk ini.

“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.” (QS 59 :2)

Jadi Allah telah menghancurkan (ekonomi) mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri, yang diperlukan sekarang adalah munculnya tangan-tangan kaum mukminin untuk menggantikannya. Kalau tangan-tangan kaum mukminin tidak juga segera muncul, maka yang akan muncul bisa jadi kedhaliman lain dalam bentuknya yang baru. Wallahu A’lam.

Last Updated on Tuesday, 20 January 2009 08:35

Copyright © 2009 Gerai Dinar. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.


Read more...

Minggu, 18 Januari 2009

Emas dan Perak, Simbol Perlawanan terhadap Dollar Cs

Bag.1

Ingin menumbangkan hegemoni Zionis Internasional secara efektif, cepat, namun aman? Segeralah mempergunakan emas dan perak (Dinar dan Dirham) sebagai mata uang dan investasi, dan sedikit demi sedikit—lebih cepat lebih baik—menukar Rupiah, Dollar, Yen, Euro, Poundsterling, Gulden, dan sebagainya dengan emas dan perak sebagai mata uang yang sejati, karena yang lain itu sesungguhnya cuma simbol yang secara intrinsik tidak memiliki nilai apa-apa.

Apa yang kita namakan dengan mata uang sekarang ini, yaitu Dollar, Yen, Rupiah, Poundsterling, Euro, dan sebagainya, pada hakikatnya hanya selembar kertas biasa (dan yang berbentuk koin juga koin biasa yang tak ada harganya), yang hanya menjadi “uang” karena ada jaminan dari bank. Bank sendiri berani menjamin mata uang yang tak berharga tersebut karena memiliki cadangan devisa berupa emas dan perak.

Emas dan perak inilah yang sampai saat ini terus berupaya direbut dan ditimbun oleh Konspirasi Yahudi Internasional dari tangan seluruh warga dunia, agar emas dan perak seluruh dunia berada di tangan kaum Yahudi Internasional dan di tangan kaum non-Yahudi hanyalah selembar kertas tidak berharga yang dipakai sebagai alat transaksi. Keadaan ini akan sangat menguntungkan kaum Yahudi Internasional yang bisa seenaknya memainkan nilai tukar mata uang tersebut sehingga masyarakat non-Yahudi bisa dikendalikan dengan mudah.

Penguasaan dan pengendalian dunia merupakan tujuan utama kaum Yahudi. Kaum Yahudi sangat yakin, ini didukung oleh Talmud, bahwa kaum Yahudi adalah kaum yang dipilih Tuhan untuk memimpin dunia dan menjadikan semua manusia non-Yahudi sebagai budaknya. Bahkan Talmud mengatakan bahwa hanya orang Yahudi-lah yang bisa dianggap manusia, sedangkan orang-orang non-Yahudi tidak bisa dianggap manusia dan lebih tepat disamakan dengan binatang. Sebab itu, orang-orang Yahudi mempunyai istilah lain bagi orang non-Yahudi, yakni Ghoyim atau Gentiles.

Salah satu strategi utama kaum Yahudi untuk menundukkan dunia adalah dengan menimbun emas dari seluruh dunia ke tangannya, dan menyebarkan mata uang-mata uang palsu ke seluruh penjuru dunia. Ini telah dirancang dengan baik oleh Mayer Amschell Rothschild dalam pertemuan rahasia 13 Dinasti Yahudi Dunia di Judenstrasse, Bavaria, pada tahun 1773, yang kemudian dalam Konferensi Zionis Internasional pertama di Bassel-Swiss, 1897, disahkan menjadi agenda bersama Zionis Internasional yang dinamakan sebagai Protokol of Zions.

Inilah sejumlah butir dalam Protokolat Zionis yang berhubungan dengan penguasaan dunia lewat kekuatan emas dan uang:

“Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus mengapa dengan kebebasan itu. Inilah tugas Konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang. ” (butir 3)

“Dengan emas, Konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan 1000 orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya” (butir 13)

“Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada Konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan. ” (butir 15)

“Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki Konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri. ” (butir 20)

“Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan. ” (butir 21)

Lantas, apa sebenarnya beda emas dan perak dengan mata uang-mata uang negara-negara dunia yang sekarang dicetak dari selembar kertas biasa?

Kehebatan Emas dan Perak

Sejak berabad-abad silam, emas dan perak telah menjadi logam mulia yang diagungkan oleh banyak manusia. Bahkan emas dan perak, juga batu permata, telah dipergunakan oleh raja-raja, para sultan, para diktator, tiran, dan sebagainya sebagai bahan dasar pembuatan mahkota mereka.

Pertanyaannya seperti yang ditanyakan oleh A. Riawan Amin dalam buku “The Satanic Financial: True Conspiracies” (Celestial Publishing, 2007): “Kenapa Tuhan perlu menciptakan emas dan perak?”

Presiden Direktur Bank Muamalat Indonesia yang getol mengkampanyekan penggunaan emas dan perak sebagai mata uang sejati ini mengutip Ibnu Khaldun dalam ‘Muqaddimah”nya: “Tuhan menciptakan dua logam mulia itu untuk menjadi alat pengukur nilai atau harga (measure of value) bagi segala sesuatu. ”

Al-Maqrizi dalam “Ighatsah” juga menyatakan, “Allah menciptakan dua logam mulia itu bukan sekadar sebagai alat pengukur nilai, atau untuk menyimpan kekayaan (investasi), tetapi juga sebagai alat tukar (medium of exchange). ” Karena tingginya kedudukan emas dan perak inilah maka banyak kalangan menganggap kedua logam mulia tersebut sebagai Heaven’s Currency (Mata uang surga).

A. Riawan Amin menulis, “Masyarakat kuno sudah menggunakan emas, perak, dan tembaga untuk transaksi ekonomi. Emas dan perak dipilih karena kelangkaan (rare) dan warnanya yang indah. Dalam sejarah manusia, tak lebih dari 90. 000 ton emas yang ditambang dari perut bumi. Sementara perak dan tembaga untuk memenuhi transaksi dengan nilai yang lebih rendah dari emas. ”

Uniknya, tambah Amin, dunia modern mengklasifikasikan logam-logam mulia tersebut dalam kolom yang sama. Tabel Periodik menempatkan emas, perak, dan tembaga (dengan simbol masing-masing Au, Ag, dan Cu) dalam kelompok yang sama yakni Golongan 11. Berbeda dengan kebanyakan logam lainnya, emas memiliki sifat yang sangat istimewa.

Pertama, ia tidak bisa diubah dengan bahan kimia apa pun. Archimedes (300 SM) membuktikan bahwa emas bisa dideteksi tanpa merusak dan hanya dengan menggunakan air tawar biasa. Karena bukan termasuk logam yang aktif maka emas tidak terpengaruh oleh air dan udara. Tidak seperti besi atau logam lainnya, emas tidak bisa berkarat.

Selain itu, emas juga termasuk logam yang sangat lunak. Bisa ditempa menjadi lempengan yang super tipis dan bisa juga ditempa menjadi kawat dengan ketebalan super mini. Bayangkan saja, satu ons emas bisa ditempa dengan luas seukuran 100 kaki persegi atau dibuat kawat sepanjang 50 mil!

Emas juga dikenal sebagai logam mulia paling berat. Satu kaki kubik emas beratnya mencapai lebih dari setengah ton. Itulah sebabnya mengapa dalam sejarah manusia tidak pernah ada pencurian emas dalam skala besar karena untuk itu diperlukan alat berat untuk mengangkatnya.

Dan Maha Besar Allah SWT yang telah menciptakannya, sepanjang sejarah manusia, penambangan emas dunia dari tahun ke tahun hanya mengalami kenaikan dua persen tiap tahunnya. Dalam setahun seluruh industri tambang emas dunia menghasilkan kira-kira 2.000 ton emas. Bandingkan dengan produksi baja AS sejak 1995 seperti yang dirilis Iron and Steel Institute yang bermarkas di Washington DC yang mencapai 10. 500 ton perjamnya. Sebab itu, emas sungguh-sungguh logam yang sanga langka dan sangat stabil nilainya sejak awal sejarah manusia hingga kini.

Dalam tulisan kedua, selain kehebatan emas dan perak juga akan dikupas tentang kelemahan mata uang palsu yang kini dipakai banyak negara dunia dan kaitannya dengan Konspirasi Yahudi Internasional.(Bersambung)
Sumber :Rizki Ridyasmara (http://www.eramuslim.com)

Emas dan Perak, Simbol Perlawanan terhadap Dollar Cs

Akibat gejolak politik yang berawal dari kepentingan ekonomi, pada 1913 para bankers AS menyatakan telah terjadi kekurangan mata uang di Amerika. Oleh sebab itu, pemerintah Amerika tidak bisa menerbitkan mata uang lagi karena semua emas cadangannya telah terpakai.

Agar ada tambahan sirkulasi uang, sekelompok orang kemudian mendirikan satu bank yang dinamakan “The Federal Reserve Bank of New York”, yang kemudian menjual stock yang dimiliki dan dibeli oleh mereka sendiri senilai US$ 450. 000. 000 melalui bank-bank: Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam (Keluarga Warburg mengontrol German Reichsbank bersama Keluarga Rothschild), Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, serta Kuhn & Loeb Bank of New York.

Karena bank-bank tersebut mempunyai cadangan emas yang besar, maka bank tersebut dapat mengeluarkan mata uang yang dengan jaminan emas tersebut dan mata uang tersebut disebut “Federal Reserve Notes”. Bentuknya sama dengan mata uang Amerika dan masing-masing dapat saling tukar.

Untuk membayar bunga, pemerintah Amerika menciptakan income-tax. Jadi sebenarnya warganegara Amerika membayar bunga kepada Federal Reserve. Income tax dimulai tahun 1913, pada tahun yang sama Federal Reserve Bank didirikan. Seluruh income tax yang terkumpul dibayarkan ke Federal Reserve sebagai bunga atas pinjaman.

Awal tahun 1929, Federal Reserve berhenti menerima uang emas sebagai bayaran. Yang berlaku hanya ‘uang resmi’. Federal Reserve mulai menarik uang kertas yang dijamin emas dari sirkulasi dan menggantinya dengan ‘uang resmi’.

Sebelum tahun 1929 berakhir, ekonomi Amerika mengalami malapetaka (dikenal dengan masa ‘Great Depression’). Tahun 1931, Presiden Amerika Hoover mengumumkan kekurangan budjet sebesar US$ 902. 000. 000. Tahun 1932 Amerika menjual emas senilai US$ 750. 000. 000 yang digunakan untuk menjamin mata uang Amerika. Ini sama dengan ‘penjualan likuidasi’ sebuah perusahaan bermasalah. Emas yang dijual ini dibeli dengan potongan (discount rates) oleh bank internsional/bank asing (persis keadaannya seperti di Indonesia sekarang ini), dan pembelinya adalah pemilik Federal Reserve di New York.

Roosevelt melakukan serangkaian keputusan untuk melakukan reorganisasi pemerintahan Amerika sebagai suatu perusahaan. Perusahaan ini kemudian mengalami kebangkrutan. Amerika bangkrut karena tidak bisa membayar bunganya akibat berhutang kepada Federal Reserve. Akibat bangkrutnya Amerika, maka bank-bank yang merupakan pemilik Federal Reserve sekarang memiliki SELURUH Amerika, termasuk warganegaranya dan asset-assetnya. Negara Amerika bentuknya adalah anak perusahaan Federal Reserve.

Tahun 1934 Roosevelt memerintahkan seluruh bank di Amerika untuk tutup selama satu minggu dan menarik emas dari seluruh warga AS dan juga mata uang yang diback-up emas dan menggantinya dengan “seolah-olah uang” (uang kartal) yang dicetak Federal Reserve. Tahun itu dikenang sebagai ‘Liburan Bank Nasional’.

Warga AS Dilarang Memiliki Emas

Rakyat mulai menahan emasnya karena mereka tidak mau menggunakan kertas tak bernilai “seolah-olah uang”. Karena itu Roosevelt pada tahun 1934 mengeluarkan perintah bahwa setiap warganegara dilarang memiliki emas, karena illegal. Para hamba hukum mulai melakukan penyelisikan pada orang-orang yang memiliki emas, dan segera menyitanya jika ditemukan. (Catatan: Pada saat itu rakyat yang ketakutan berbondong-bondong menukar emasnya dengan sertifikat/bond bertuliskan I. O. U yang ditandatangani oleh Morgenthau, Menteri Keuangan Amerika). Hal ini merupakan perampokan emas besar-besaran yang terjadi dalam sejarah umat manusia. Tahun 1976 Presiden Carter mencabut aturan ini.

Tahun 1963 Presiden Kennedy memerintahkan Departemen Keuangan Amerika untuk mencetak uang logam perak. Langkah ini mengakhiri kekuasaan Federal Reserve karena dengan memiliki uang sendiri, maka rakyat Amerika tidak perlu membayar bunga atas uangnya sendiri. Lima bulan setelah perintah itu dikeluarkan, Presiden Kennedy mati dibunuh.

Langkah pertama Presiden Johnson adalah membatalkan keputusan Presiden Kennedy dan memerintahkan Departemen Keuangan Amerika untuk menghentikan pencetakan mata uang perak sekaligus menarik mata uang perak dari peredaran untuk dimusnahkan. Pada hari yang sama Kennedy dimakamkan, Federal Reserve Bank mengeluarkan uang ‘no promise’ yang pertama. Uang ini tidak menjanjikan bahwa mereka akan membayar dalam mata uang yang sah secara hukum, tetapi mata uang ini merupakan alat pembayaran yang berlaku.

Presiden Ronald Reagan merencanakan memperbaiki pemerintahanh Amerika sesuai dengan aturan konstitusi. Ia ditembak beberapa bulan kemudian oleh anak dari teman dekatnya, Wakil Presiden George Bush. Reagan tidak mengeluarkan perintah baru dan pada tahun 1987 untuk melaksanakannya namun perintah tersebut tidak ditanggapi oleh pemerintah Amerika.

Tahun 1993, James Traficant dalam pidatonya yang terkenal di Parlemen mengutuk sistem Federal Reserve sebagai suatu penipuan besar-besaran. Tak lama setelah itu ia menjadi korban penyelidikan korupsi sekali pun tidak ada tuntutan kepadanya selama bertahun-tahun.

Pada tahun 2002, Traficant akhirnya terbukti korupsi. Ia mengatakan bahwa saksi-saksi yang melawan dia semuanya dipaksa untuk berbohong. Ia juga mengeluh karena tidak diperkenankan menghubungi semua orang yang menyelidikinya, sebagai saksi. Karena kebusukan sistem The Federal Reserve, penguasa AS anti Yahudi Henry Ford pernah berkata, “Barangkali ada bagusnya rakyat Amerika pada umumnya tidak mengetahui asal-usul uang, karena jika mereka mengetahuinya, saya yakin esok pagi akan timbul revolusi. ”

Demikian sejarah kebusukan sistem mata uang kartal. Umat Islam seharusnya dengan penuh kesungguhan mulai menggunakan kembali emas dan perak sebagai mata uang, bukan dollar, rupiah, dan sebagainya. Kita harus sadar, kaum Yahudi Internasional sepanjang sejarahnya terus menghimpun dan mengangkangi emas dan perak dari seluruh manusia non-Yahudi. Untuk melawan semuanya itu tidak ada jalan lain, umat Islam harus kembali kepada penggunaan emas dan perak sebagai mata uang dan juga sebagai investasi.

Di Amerika Serikat saja, sejumlah warganegaranya telah lama aktif mengkampanyekan kembali penggunaan emas dan perak sebagai mata uang sejati (Liberty Dollar). Pelan tapi pasti, dunia akan kembali mempergunakan mata uang sejati ini. Mudah-mudahan kita tidak terlambat.

Emas dan Perak, Simbol Perlawanan terhadap Dollar Cs (Bag.3)

Senin, 13 Agu 07 09:38 WIB
Kirim teman

Pada prinsipnya, sistem The Satanic Finance yang mendewakan uang kartal adalah sistem penipuan terhadap masyarakat banyak. Secara sederhana, sistem ini bisa digambarkan sebagai mencetak sebanyak-banyaknya uang kartal (uang simbol yang sesungguhnya tidak memiliki nilai sama sekali) dan mengguyurnya ke tengah masyarakat. Di lain pihak dalam waktu bersamaan, pengelola atau pengusaha yang mencetak uang kartal itu menarik sebanyak-banyaknya batangan emas ke pihaknya dari masyarakat luas. Jadi mereka menukar uang kartal yang sama sekali tidak ada harganya dengan batangan-batangan emas.

Sejarah Uang di Amerika Serikat

Sejarah uang kartal bisa kita lihat dengan sangat bagus dalam sejarah perekonomian Amerika Serikat. Semua paparan di bawah ini terkait sejarah uang di AS dikutip dari buku “Knights Templar, Knights of Christ” (Pustaka Alkautsar, 2006):

Jauh sebelum AS terbentuk, para Mason telah berada di daratan ini. Ketika Amerika masih berupa 13 koloni Inggris, Benjamin Franklin mengunjungi London dan menemui sejumlah pemodal Yahudi di sana. Dalam pertemuan yang dicatat dalam Dokumen Senat AS halaman 98 butir 33, yang dilaporkan Robert L. Owen, mantan kepala komisi bank dan keuangan Kongres AS, dilaporkan bahwa wakil-wakil perusahaan Rothschild di London menanyakan kepada Benjamin Franklin hal-hal apa saja yang bisa membuat perekonomian koloni Amerika itu bisa maju.

Franklin anggota Freemansonry Inggris itu menjawab, “Itu mudah. Kita akan cetak mata uang kita sendiri, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh industri yang kita miliki. ” Rothschild segera saja mencium kesempatan besar untuk menangguk untung di koloni Inggris ini. Namun sebagai langkah awal, hak untuk mencetak uang sendiri bagi koloni di seberang lautan tersebut masih dilarang oleh Inggris yang sudah dikuasai Yahudi.

Amshell Mayer Rothschild sendiri saat itu masih sibuk di Jerman mengurus bisnisnya, yang salah satu cabang usahanya adalah mengorganisir tentara bayaran (The Mercenaries) Jerman bagi Inggris untuk menjaga koloni-koloni Inggris yang meluas melampaui Eropa. Usulan mencetak mata uang sendiri bagi Amerika, lepas dari sistem mata uang Inggris, akhirnya tiba di hadapan Rothschild. Setelah memperhitungkan segala laba yang akan bisa diperoleh, demikian pula dengan penguasaan politisnya, maka Rothschild akhirnya menganggukkan kepalanya.

Dengan cepat lahirlah sebuah undang-undang yang memberi hak kepada pemerintah Inggris di koloni Amerika untuk mencetak mata uangnya sendiri bagi kepentingan koloninya tersebut. Seluruh asset koloni Amerika pun dikeluarkan dari Bank Sentral Inggris, sebagai pengembalian deposito seklaigus dengan bunganya yang dibayar dengan mata uang yang baru. Hal ini menimbulkan harapan baru di koloni Amerika. Tapi benarkah demikian?

Dalam jangka waktu setahun ternyata Bank Sentral Inggris—lewat pengaruh pemodal Yahudi—menolak menerima pembayaran lebih dari 50% dari nilai mata uang Amerika, padahal ini dijamin oleh undang-undang yang baru. Dengan sendirinya, nilai tukar mata uang Amerika pun anjlok hingga setengahnya. “…Masa-masa makmur telah berakhir, dan berubah menjadi krisis ekonomi yang parah. Jalan-jalan di seluruh koloni tersebut kini tidak lagi aman, ” demikian paparan Benjamin Franklin yang tercatat dalam Dokumen Kongres AS nomor 23.

Belum cukup dengan itu, pemerintah pusat Inggris memberlakukan pajak tambahan kepada koloninya tersebut yakni yang dikenal sebagai Pajak Teh. Keadaan di koloni Amerika bertambah buruk. Kelaparan dan kekacauan terjadi di mana-mana. Ketidakpuasan rakyat berbaur dengan ambisi sejumlah politikus. Situasi makin genting. Dan tangan-tangan yang tak terlihat semakin memanaskan situasi ini untuk mengobarkan apa yang telah terjadi sebelumnya di Inggris dan Perancis: Revolusi.

Sejarah mencatat, bentrokkan bersenjata antara pasukan Inggris melawan pejuang kemerdekaan Amerika Serikat meletus pada 19 April 1775. Jenderal George Washington diangkat menjadi pimpinan kaum revolusioner. Selama revolusi berlangsung, Konspirasi Yahudi Internasional seperti biasa bermain di kedua belah pihak. Yang satu mendukung Inggris, memberikan utang dan senjata untuk memadamkan ‘pemberontakan kaum revolusioner’, sedangkan satu pihak lagi mendukung kaum revolusioner dengan uang dan juga senjata. Tangan-tangan Konspirasi menyebabkan Inggris kalah dan pada 4 Juli 1776, sejumlah tokoh Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaannya.

Merdeka secara politis ternyata tidak menjamin kemerdekaan penuh secara ekonomis. Kaum pemodal Yahudi dari Inggris masih saja merecoki pemerintahan yang baru saja terbentuk. Rothschild dan seluruh jaringannya tanpa lelah terus menyusupkan agen-agennya ke dalam tubuh Kongres. Dua orang agen mereka, Alexander Hamilton dan Robert Morris pada tahun 1783 berhasil mendirikan Bank Amerika (bukan bank sentral), sebagai ‘wakil’ dari Bank Sentral Inggris. Melihat gelagat yang kurang baik, Kongres membatalkan wewenang Bank Amerika untuk mencetak uang. Pertarungan secara diam-diam ini berlangsung amat panas. Antara kelompok pemodal Yahudi dengan sejumlah tokoh Amerika, yang herannya banyak pula yang merupakan anggota Freemasonry, untuk menguasai perekonomian negara yang baru ini.

Thomas Jefferson menulis surat kepada John Adams, “Saya yakin sepenuhnya bahwa lembaga-lembaga keuangan ini lebih berbahaya bagi kemerdekaan kita daripada serbuan pasukan musuh. Lembaga keuangan itu juga telah melahirkan sekelompok aristocrat kaya yang kekuasaannya mengancam pemerintah. Menurut hemat saya, kita wajib meninjau hak mencetak mata uang bagi lembaga keuangan ini dan mengembalikan wewenang itu kepada rakyat Amerika sebagai pihak yang paling berhak. ”

Para pemodal Yahudi pun marah bukan main mengetahui surat ini. Nathan Rothschild secara pribadi mengancam Presiden Andrew Jackson akan menciptakan kondisi Amerika yang lebih parah dan krisis berkepanjangan. Tapi Presiden Jackson tidak gentar. “Anda sekalian tidak lain adalah kawanan perampok dan ular. Kami akan menghancurkan kalian, dan bersumpah akan menghancurkan kalian semua!”

Pemodal Yahudi benar-benar marah sehingga mendesak Inggris agar menyerbu Amerika dan terjadilah perang pada tahun 1816. William Guy Carr telah merinci kejadian demi kejadian ini dengan sangat bagus. Presiden Abraham Lincoln sendiri pada malam tanggal 14 April 1865 dibunuh oleh seorang Yahudi bernama John Dickles Booth. Konspirasi memerintahkan pembunuhan ini karena mengetahui bahwa Presiden Lincoln akan segera mengeluarkan sebuah undang-undang yang akan menyingkirkan hegemoni Konspirasi terhadap Amerika. Si pembunuh Lincoln, Dickles Booth, berhubungan dengan Yahuda B. Benjamin, seorang agen Rothschild di Amerika. Booth sendiri tertangkap dan dihukum, sedangkan pihak Konspirasi tetap aman.
Sumber :Rizki Ridyasmara (http://www.eramuslim.com)

Read more...

Minggu, 11 Januari 2009

M-Dinar dan Peluang yang Hadir Bersamanya…

Written by Muhaimin Iqbal
Sunday, 11 January 2009 16:56

Waktu serasa tidak pernah cukup di GeraiDinar.Com; sangat banyak yang ingin dikerjakan dan sangat sedikit waktu yang tersedia.

Namun alhamdulillah kami di GD berhasil menyelesaikan proyek-demi proyek yang insyaallah bermanfaat bagi umat satu per satu. Terakhir yang boleh dibilang selesai adalah proyek M-Dinar yang sudah saya singgung juga pekan lalu - tentu tetap perlu penyempurnaan terus menerus dari waktu ke waktu..

Kalau Anda hari-hari ini mengakses www.m-dinar.com dari Handphone Anda, Anda akan melihat ada menu M-Account. Menu ini sudah berfungsi, namun kalau Anda belum memiliki M-Account tentu belum bisa menggunakannya. Cara memperoleh M-Account ini dapat dilihat langsung di menu Full Web di situs yang sama.

M-Dinar intinya adalah sebuah System Pembayaran Berbasis Dinar Emas atau Gold Dinar Payment System. M-Dinar ini menjadi sangat strategis karena insyaallah akan dapat melengkapi implementasi penggunaan Dinar di masyarakat secara pratktis.

Kita tahu bahwa dua dari tiga fungsi uang, yaitu sebagi Store of Value dan sebagai Unit of Account Alhamdulillah telah menyebar luas di masyarakat antara lain melalui GeraiDinar dan agen-agennya. Nah sekarang giliran fungsi ketiganya yaitu sebagai Alat Tukar atau Medium of Exchange yang akan diperankan oleh M-Dinar.


Bertransaksi dengan Dinar secara fisik di zaman ini memang kurang praktis, karena selain membawa-bawa koin emas tidak semudah membawa uang kertas , juga karena uang Dinar Emas memiliki nilai nominal yang tinggi sehingga tidak mudah untuk belanja barang-barang yang bernilai kecil.

Disisi lain ada benda modern yang saat ini selalu dibawa oleh manusia zaman ini -hampir oleh seluruh tingkatan sosial – yaitu hand phone atau mobile phone. Teknologi mobile phone juga semakin maju sehingga internet berkecepatan tinggi sudah atau segera akan bisa diakses oleh hampir keseluruhan pemegang handphone tersebut.

Inilah dasarnya sehingga aplikasi pembayaran berbasis Dinar yang kami kembangkan ini berorientasi pada akses internet 3G, GPRS dlsb. yang sudah luas disediakan oleh seluruh operator Cellular . Meskipun orientasinya menggunakan Cellular, tentu Anda juga dapat mengakses seluruh fasilitas M-Dinar ini dari PC atau Notebook Anda.

Sebagai alat bayar, apalagi orientasi kita global – maka system pembayaran ini haruslah sangat aman. Untuk ini kami gunakan proteksi berlapis mulai dari enkripsi data di https, user id, password, rekonfirmasi via email sebelum transaksi di eksekusi – dan tentu yang tidak dimiliki oleh system pembayaran berbasis uang kertas adalah backup fisik emas yang harus ada di setiap transaksi.

Fisik emas dari setiap pemilik account M-Dinar disimpan oleh Sharf atau Trusted Third Party (TTP) seperti GeraiDinar dan mitra-mitranya kelak di dalam maupun luar negeri. Ketika pemilik account akan mengeluarkan emasnya dari M-Dinar system, verifikasi berikutnya dilakukan di Sharf atau TTP tersebut – sehingga hanya oleh yang benar-benar yang berhak Dinar bisa dikeluarkan dari system.

Hal ini akan menambah pengaman berikutnya, karena seandainya hacker berhasil membobol account sekalipun – dia tidak akan memperoleh apa-apa karena tidak akan mudah bagi dia untuk lolos juga dengan mengambil Dinarnya secara fisik.

Berikut adalah contoh-contoh penggunaan M-Dinar yang segera dapat dinikmati oleh masyarakat.

1). Dalam membahas likwiditas Dinar di tulisan saya 5 Juni 2008, saya jelaskan bahwa terbaik menjual kembali Dinar Anda ke sesama anggota. Melalui M-Dinar inilah nanti Anda dapat saling berjual beli Dinar Anda dengan pengguna lain yang akan kita fasilitasi dalam menu khusus di M- Dinar. Lebih detil akan kita jelaskan SOP-nya setelah siap dalam beberapa pekan kedepan.

2) Jual beli Dinar dengan Sharf (tempat penukaran uang kertas ke Dinar seperti GeraiDinar )Anda akan menjadi jauh lebih mudah karena Dinar tidak harus dibawa-bawa secara fisik kecuali Anda memang menghendaki fisiknya diserahkan.

3)Organisasi-organisasi seperti koperasi yang sudah lazim jual beli ke sesama anggota, sekarang dapat menggunakan account Dinar ini sebagai media transaksinya. Kalau Ada pembaca yang berminat mengorganisir koperasi syariah berbasis Dinar ini – insyaallah kita tertarik untuk terlibat di dalamnya.

4) Transaksi-transaksi berbasis Dinar Emas antar consumers (C to C), antara entity Business kto Consumers (B to C), maupun Business to Business (B to B) – semuanya sekarang secara praktis sudah dapat dilakukan dengan M-Dinar ini.

Dengan hadirnya M-Dinar ini, komplit sudah tiga fungsi uang diperankan oleh Dinar. Silahkan masyarakat yang tertarik untuk mulai mencoba menggunakannya.

Tidak ada gading yang tak retak; sehebat apapun system buatan manusia tentu ada kelemahannya juga. Namun inilah upaya yang dapat kita lakukan sampai saat ini – semoga Allah selalu membimbing dan melindungi kita kedepan.

Last Updated on Sunday, 11 January 2009 21:49

Copyright © 2009 Gerai Dinar. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.


Read more...

Jumat, 09 Januari 2009

Pikat Kemilau Investasi Emas

Ekonomi
28/12/2008 - 20:31
Asteria

NILAH.COM, Jakarta – Ketegangan di Timur Tengah dan Asia Selatan memicu naiknya emas ke harga tertinggi, pekan lalu. Di penghujung tahun, daya tarik logam berharga itu kembali memikat investor sebagai investasi safe haven. Kontrak emas bulan Februari naik US$ 23,20 (2.7%) dan ditutup di level US$ 871,20 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Sementara harga emas di pasar spot di London berakhir di level $ 868,20 per troy ounce-nya. Inilah persentase kenaikan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 17 Desember.

Harga emas naik 4% sepanjang pekan lalu dan mencapai 6,4% bulan Desember ini. Faktor safe haven, pilihan investasi ketika ketegangan militer mengancam pasar valas, telah mendongkrak harga emas akhir-akhir in

Seperti diketahui, militan Palestina meluncurkan roket terbesar dan menyerang Israel setelah perjanjian gencatan senjata yang berlaku selama enam bulan, berakhir 19 Desember lalu. Israel pun membombardir Gaza dan menewaskan lebih dari 200 orang. Di Asia Selatan, tentara Pakistan dialihkan dari wilayah perbatasan Afganistan ke perbatasan India.

“Penjelasan yang paling masuk akal untuk kenaikan harga emas adalah ketegangan geopolitik di Gaza dan di India dan Pakistan,” ujar Leonard Kaplan, presiden Prospector Asset Management di Evanston, Illinois.

Sedangkan Menteri Luar Negeri India, Pranab Mukherjee, telah menekan Pakistan secara diplomatik agar menuntaskan serangan teroris yang terjadi di Mumbai, bulan lalu. Hal ini mengingat India adalah konsumen emas terbesar di dunia dengan pembelian lebih dari 20% tahun lalu.

Adapun harga minyak mentah mengalami reli 7,2%. Menurut data BP Plc yang dipublikasikan dalam review tahunan energi dunia setiap bulan Juni, Timur Tengah yaitu Israel, Palestina, dan Asia Selatan merupakan kawasan penting, karena bertanggung jawab terhadap 31% produksi minyak global tahun 2007.

“Harga emas dan minyak diprediksikan akan mencapai harga tertingginya tahun ini sejak terjadinya perang Arab-Israel tahun 1967 lalu,” ujar Ralph Preston, analis komoditas di Heritage West Financial Inc., San Diego.

Ron Goodis, direktur perdagangan ritel di Equidex Brokerage Group Inc. Closter, New Jersey mengatakan, harga emas yang mengalami kenaikan 4% tahun ini, merupakan satu-satunya logam dengan harga stabil setahun ini. Hal ini memikat investor yang sedang mencari tempat aman setelah dolar anjlok dan imbal hasil surat utang AS jangka pendek jatuh di bawah 0%.

Emas menjadi investasi bagus bila dibandingkan suku bunga dan imbal hasil yang rendah. Ketika yang lain menjadi tidak aman, atau berimbal hasil sangat tidak menarik, emas menawarkan keuntungan yang signifikan,” ujar Goodis.

The Federal Reserve pada 16 Desember lalu telah memangkas suku bunga acuannya hingga mencapai 0,25% dari semula 1%. Padahal, suku bunga The Fed pada September 2007 masih di level 5,25%. Namun, secara bertahap dipotong seiring terjadinya resesi ekonomi.

Untuk ke depannya, harga emas diperkirakan masih akan cenderung bullish. Pada pertengahan September 2008, penambang emas besar dunia meramalkan bahwa produksi akan turun sampai 2,3% di tahun 2008 menjadi 2,422 ton, tingkat produksi terendah sejak tahun 1996. Selain itu, pada 20 November 2008 lalu, Dewan Emas Dunia (WGC) merilis bahwa permintaan terhadap emas dunia telah naik 18% di kuartal ketiga tahun ini dibandingkan setahun sebelumnya.

Di sisi lain sejumlah pengamat sempat memprediksi bahwa produksi emas dunia akan turun 3% di tahun 2008 dan lebih lanjut merosot 5% untuk tahun 2009. Pengurangan suplai produksi akan membuat emas semakin dilirik investor. Terakhir di penghujung tahun ini, selain memanasnya geopolitik kawasan Timur Tengah dan India, beredar isu pasar bahwa krisis finansial telah membuat tingkat produksi dari koin emas berkurang.

Harga emas global saat ini masih berpotensi menguat memasuki Januari di tahun yang baru, 2009. Level resistensi yang akan dituju adalah pada US$ 932 per troy ounce.

Emas menjadi bagian penting dalam sebuah portofolio investasi yang terdiversifikasi. Hal ini karena harga emas cenderung akan naik ketika nilai dari instrumen keuangan, seperti saham dan obligasi, turun.

Sementara itu, meskipun harga emas memiliki volatilitas yang tinggi pada jangka pendek, emas selalu berhasil mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu. Karena manfaatnya sebagai pelindung dari inflasi dan melemahnya mata uang utama, maka emas memang patut dipertimbangkan untuk dimiliki.

Read more...